Hari ini,
Jiwa dan naluri kita kembali terluka atas perpisahan raga,
Namun percayalah sahabat,
Hati kita akan selalu terikat,
Jalinan ukhuwahnya akan semakin erat,
Semakin jauh ragamu melangkah,
Semakin hatimu mendekat,
Senandung hatiku tak pernah mengatakan sayang untukmu,
Itu karena aku begitu sulit untuk memahami dirimu,
Bila kau tahu,
Disini aku selalu mengharap kau mengerti aku,
Bukannya hati ini tidak sakit,
Bukannya hati ini tak hancur,
Dan bukan pula hati ini tak pernah perih,
Namun hanya kepasrahan sajalah yang setia mengiringinya,
Sejuta harapan akan senantiasa terucap,
Saat malam gelap bertabur bintang,
Dan sejuta cinta akan tercurah,
Saat hati gelap bertabur kasih sayang,
Air mataku ini akan membersihkan hati dari penyakit untuk membenci,
Dan mengajari aku untuk berbagi penderitaan dengan mereka yang patah hati,
Kadang kala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati,
Sehingga kamu kehilangannya,
Pada saat itu tidak guna penyesalan,
Karena perginya tanpa berkata lagi,
Perpisahan itu akan selalu ada,
Karena kita pernah berjumpa bersama dalam canda, tawa, dan bahagia,
Setiap tetes air mata yang terderai di malam ini akan menjadi saksi atas jalinan ukhuwah yang selama ini kita simpul seerat-eratnya,
Seandainya kamu ingin mencintai atau memiliki hati seorang gadis,
Ibaratkanlah seperti menyunting sekuntum mawar merah,
Kadang kala kamu mencium harum mawar merah tersebut,
Tapi kadang kala kamu akan terasa bisa atau kena racun dari duri mawar tersebut,
Dan duri mawar itu menusuk jari
Senin, 16 Januari 2017
Selasa, 03 Januari 2017
UCAPAN ROMEO YANG DAHSYAT
Dan goyangkan kumpulan bintang dari dunia ini,
Mata,
Tataplah ini,
Tangan,
Rengkuhlah pelukan terakhirmu,
Dan bibir adalah pintu kehidupan,
Dibubuhi kecupan dan tawaran kematian
Langganan:
Postingan (Atom)

