Pelangi itu kini bisa kulihat lagi warnanya
Senyum itu kini bisa kurasakan lagi manisnya
Bidadari itu masih tetap sama indahnya
Masih tetap sama namanya masih tetap
Indah yang ku puja
Pelangi itu kini bisa kulihat lagi warnanya
Senyum itu kini bisa kurasakan lagi manisnya
Bidadari itu masih tetap sama indahnya
Masih tetap sama namanya masih tetap
Indah yang ku puja
Rindu
Kau remas hatiku saat hasrat ingin bertemu
Tapi terhalang oleh waktu
Waktu
Jika nanti terobati rinduku
Ku mohon hentikan detikmu
Agar aku bisa bersamanya selalu
Ibu,...
Kulihat gurat lelah di wajahmu
Membias menyapu senyum di bibirmu
Tapi aku tau
Lelahmu tak memudarkan kasih sayangmu
Ibu,...
Kau lah pelangi diruang damaiku
Kau hempaskan peluk dengan kasihmu
Agar damai ini selalu hangat bersamaku
Bukan harta yang menjadi warisan tak terperi
Namun keluarga yang saling menyayangi
Penyesalan ku membuncah tak terbendung
Saat kusadari
Ku tak mampu membuatmu terlindung
Hati dan jiwaku luluh lantak
Saat kulihat keindahan di hadapanku terkoyak
Andaikan keajaiban tercipta untukku
Ku ingin hadirkan peduliku ke sisimu
Biarpun jarak membentang
Mata tak bisa saling memandang
Kubiarkan kata-kata berkelana
Menembus hati yang jauh
Menghapus
Semua air mata yang jatuh
Roda mesin yang ku naiki ini
Terus menjauh
Apa dia kembali pun
Aku tak tau
Yang kini ku tau
Hanya kamu
Yang sekarang jauh dan ku rindu
Yang sekarang jauh
dari tatapan mataku
Ku melihat cinta di kejauhan...
Indah tatapnya...
Manis senyumnya...
Ku kira...
Dia akan datang...
Nyata nya hanya menaruh angan
Hatiku diam...
Meratap takdir yang ku genggam
Ku tenun harapan...
Tapi Tuhan yang punya ketentuan
Mata mu terbuka
Sebelum mentari ada
Langkah mu tegak tercipta
Mengejar impian dunia
Uang...
Bagimu yang utama
Waktumu...
Hanya bagi dia semata
Keluarga...
Itu nomor dua
Persahabatan...
Sudah tiada artinya
Namun apa yang kau dapat kawan
Hanyalah aroma kehampaan
Rasa puas tak kunjung datang
Dan harimu berakhir karena takdir Tuhan
Kau disana...
Terbaring nyata
Dikelilingi sahabat dan keluarga
Mereka menangisi kepergianmu
Bukan uangmu
Hormatku untuk sang saka
Romansaku untuk sang pecinta
Terima kasih pada Sang Pencipta
Atas dirinya yang Kau cipta...
Waktu berputar...
Namun hatiku tak kunjung pintar
Kembali berdarah...
Selalu bernanah...
Saat menghampiri penolakanmu
Setiap tak dapat disambutmu
Matamu memikat...
Tawamu mengikat...
Bohong jika aku tak terpikat
Tapi dayaku sebatas pandang
Tanpa hak memiliki
Tanpa kuasa menyayangi
Keindahan ini...
Yang mengalirkan hangat
Dalam setiap aliran rinduku
Kenyamanan ini...
Masih tentang kamu
Yang selalu membawaku
Pada pengharapan hatiku
Kini...
Aku hanya bisa berucap lirih tentang waktu
Andai...
Sang waktu tak pernah berakhir
Kamu...
Pasti tetap bersamaku
Perempuan itu...
Indah namanya
Wajahnya...
Bersinar bagaikan bulan purnama
Bahkan bak bidadari
Pesonanya...
Membawa warna indah dalam pandanganku
Senyumannya...
Menyerap udara di sekelilingku