Apakah kamu tau
Saat aku bilang aku benci kamu
Hatiku menjerit tak setuju
Apakah kamu tau
Saat aku bilang aku rela melepaskanmu
Itu kebohongan terburuk
Apakah kamu tau
Saat aku bilang aku benci kamu
Hatiku menjerit tak setuju
Apakah kamu tau
Saat aku bilang aku rela melepaskanmu
Itu kebohongan terburuk
Cinta...
Semua orang menginginkanmu
Namun tidak semua orang dapat menjagamu
Cinta...
Kau datang tanpa dikira
Dan kau berlalu tanpa menatap
Cinta...
Kau indahkan dunia
Tapi tak lupa menabur luka
Cinta...
Aku memohon padamu
Jangan datang untuk pergi
Jangan berbahagia lalu menyakiti
Berat bibir ini berucap
Perih mata ini menatap
Menjelang hadirnya perpisahan
Perpisahan bagiku derita
Memenjarakan kenangan
Menaburkan luka
Tapi perpisahan punya janji
Pasti akan bertemu lagi
Selama bukan perpisahan abadi
Kamu...
Adalah kebenaran yang harus ku ingkari
Kamu...
Adalah keindahan yang tak mampu ku nikmati
Kamu...
Adalah keindahan yang hadir lewat mimpi
Kata orang...
Cinta itu buta
Tapi kenapa aku tetap bisa memandangi keindahanmu
Kata orang...
Cinta tak ada logika
Tapi kenapa pikiranku teratur menyimpan senyummu
Kata orang...
Cinta itu menyakitkan
Tapi kenapa aku tetap bertahan
Ku pikir...
Pisau itu tajam
Tapi ucapanmu ternyata lebih menghujam
Ku pikir...
Bau bangkai itu busuk
Ternyata penolakanmu lebih menusuk
Kata orang...
Benda termahal mu adalah waktu
Karena hanya sekali tak bisa diputar kembali
Jadi ku berterima kasih padamu
Untuk terbuangnya waktu yang tak kan kembali
Di penghujung hari yang hampir hilang
Ku tetap menggenggam rasaku
Tanpa miliki kesimpulan tentang rasamu
Hanya mampu ratapi rasaku
Dan mendo'akan munculnya rasamu
Aku dan jenuhku...
Kini bersamaan membisu
Terlalu jauh untuk ku
Meraih bintang yang sedang ku tatap
Aku dan senyumku...
Mengikuti diam dan termenung meratap mimpi
Yang kini hilang
Hanya dalam sekejap
Suatu hal yang ku benci,
Ku benci menanti,
Kalau boleh ku memilih,
Ku tak mau menunggu,
Tapi aku menantimu...
Aku menunggu jawabanmu...
Aku menanti dan menunggu...
Saat dimana rasamu adalah rasaku...
Jangan tanya sedang apa aku hari ini
Karena yang ku lakukan selalu sama
Sedang mencintaimu...
Sedang mengharapkanmu...
Setiap hari...
Nafas terengah, jantung berdetak lunglai,
Nadi berdenyut lemah,
Mimpi dihempas kabut hitam,
Kaki tak lagi bertelapak,
Tangan kehilangan jari,
Mata tak lagi berbinar,
Lidahpun kelu bergetar terbujur,
Bukan cibiran, bukan bualan,
Satu sentuhan, seutas senyuman...
Dalam kesepianku...
Senyummu melekat erat,
Di benak malamku...
Wajahmu hiasi seluruh lamunanku,
Tiada terhingga dengan hitungan angka,
Betapa hasratku ingin...
Merasakan cintamu...