Nafas terengah, jantung berdetak lunglai,
Nadi berdenyut lemah,
Mimpi dihempas kabut hitam,
Kaki tak lagi bertelapak,
Tangan kehilangan jari,
Mata tak lagi berbinar,
Lidahpun kelu bergetar terbujur,
Bukan cibiran, bukan bualan,
Satu sentuhan, seutas senyuman...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar